Senin, 16 April 2018

KERAK TELOR, PIZZA ALA BETAWI


Hai hai… adakah yang suka kerak telor?


Sebagai sebuah negara, Indonesia memiliki banyak sekali tempat-tempat wisata yang menarik diberbagai daerah. Selain tempat wisata, setiap daerah juga memiliki makanan yang yang menjadi ciri khas dari daerah tersebut. Salah satu makanan yang khas adalah kerak telor yang begitu identik dengan kota Jakarta. Makanan yang memiliki rasa gurih dan legit ketika kita makan ini memang sejak lama menjadi kebanggaan warga Jakarta. Kuliner yang terkenal lezat ini bahkan pada masa kolonial Belanda sempat menjadi primadona di kota yang dahulu bernama Batavia ini.

Begitulah kini usaha Pak Tegar sebagai pedagang kerak telor di Setu Babakan. Kurang lebih pengalaman beliau sebagai pedagang selama sepuluh tahun. Sebelum membuka usaha kerak telor, beliau merupakan karyawan di salah satu perusahaan yang berada di daerah Kuningan. Penghasilan per harinya sulit untuk diprediksi dikarenakan kerak telor hanya merupakan makanan pendamping. Biasanya per minggu dapat menghabiskan 2-3 kg telor ayam maupun bebek dengan modal per hari 500.000. Penghasilan beliau meningkat hingga dua kali lipat dari hari biasanya pada saat diadakannya event lebaran betawi. 

Tidak perlu memakan waktu lama untuk menyajikannya, hanya membutuhkan waktu kurang dari 15 menit maka kita sudah bisa menyantap kerak telor hangat yang nikmat. Kuliner yang sering dijajakan saat adanya Pekan Raya Jakarta ini terbuat dari bahan-bahan seperti, beras ketan putih, telur ayam/bebek, ebi (udang kering yang diasinkan) yang disangrai kering ditambah bawang goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabe merah, kencur, jahe, merica butiran, garam dan gula pasir.

Bahan utama kerak telor adalah telur bebek.  Kalau ada yang pengen pakai telur ayam juga gak apa-apa sih.  Tergantung selera saja.  Tapi konon katanya memang lebih sedap dan gurih kalau pakai telur bebek.  Selain itu, ternyata telur bebek ini mempunyai banyak khasiat lho antara lain :
 Kandungan vitamin A yang tinggi. Setiap 1 butir telur bebek mengandung vitamin A sebesar 472 IU yang sangat baik untuk kesehatan mata.
Menangkal radikal bebas karena kaya anatioksidan.
Membantu melancarkan metabolisme tubuh.
Memperkuat tulang dan gigi
Menambah vitalitas pada pria
Mungkin karena khasiatnya ini yang membuat telur bebek biasanya lebih mahal dibanding telur-telur lainnya.  Apalagi di tukang-tukang jamu, telur bebek biasanya laris manis, saingan sama telur ayam kampung.

 
Ada yang unik dari cara memasak kerak telor. Telor dimasukkan kedalam wajan tanpa menggunakan minyak, ketika telor setengah matang, maka wajan akan dibalik menghadap panas arang dari anglo lalu dibiarkan sehingga menjadi kerak. Setelah permukaan telor agak sedikit gosong, kerak telor diangkat dan diberi bumbu lalu siap dihidangkan. Kerak telor sama sekali tidak menggunakan kompor, melainkan anglo dan arang. Cara memasak dengan anglo ini digunakan untuk menjaga rasa khas dari kerak telor yang gurih dan legit.

Sabtu, 06 Januari 2018

Jejak Yang Hilang


Hai hai hai, kalian udh penasarankan kelanjutan cerita dari tulisan aku yang berjudul "Jejak Yang Hilang". Nah, sambil menemani malam mingguan kalian yuk baca kelanjutan ceritanya, selamat membaca .....

“Buat apa menipu orang lain, jika kita bisa mendapatkan sesuatu tersebut dengan cara yang halal.”

Wanita yang memiliki rambut ikal berwarna hitam pekat dan tebal serta memiliki bola mata yang besar merupakan wanita yang diidolakan di sekolahnya. Dari penampilannya yang menarik para lelaki tetapi dari segi lain dia juga wanita yang berprestasi dalam lomba matematika tingkat sma se- Jakarta. Setiap berpapasan dengan orang lain ia selalu senyum dan menyapa tanpa memandang ras dan suku. Jika teman di sekolahnya sedang kesusahan dan sangat membutuhkan pertolongan Dobrila tak segan-segan untuk membantunya. Dobrila memiliki hobi sebagai model internasional, sejak kecil ibunya sudah melatih dirinya.
Malam itu indah sekali. Bintang-bintang di langit bertaburan dengan memancarkan cahaya yang kelap-kelip. Bulan pun memancarkan sinar ke seluruh alam semesta. Dobrila menikmati malam itu dengan duduk di sebuah ayunan yang berada ditaman rumahnya dan memegang hpnya. Dobrila melihat-lihat online shop yang ada di instagramnya. Karena dia senang berfashion maka Dobrila melihat baju-baju yang memikat dirinya.
***
Keesokan harinya. Ketika matahari terbit dari ufuknya burung-burung terbangun dari tidurnya dan bersiul indah sambil mengepakan sayap-sayap mungilnya. Ia terbangun dan memandang ke arah luar jendela serta, bunga-bunga di taman yang basah karena di selimuti embun pagi hari yang telah meninggalkan bau basah, pohon-pohon rindan bergoyang dengan tiupan angin sehingga memancarkan suasana sejuk dari setiap ranting,dahan,batang, dan daun seakan akan sedang berzikir ke pada sang khaliq. Ia pun bergegas ke kamar mandi untuk bersiap-siap menuju ke sekolah.
Sesampainya disana Dobrila meminta saran kepada sahabatnya, mengenai kostum yang ingin dia pakai pada saat acara sweet seventeennya. Giska pun memberikan saran yang sama dengan dia dan akhirnya Dobrila pun membeli baju tersebut. Pada saat yang pembelajaran dimulai Dobrila berbicara dalam hati “Bagaimana jika pada saat ulang tahunnya dia memakai kostum seperti Cinderella dan dipasangkan oleh seorang pangeran sepatu kaca. Lalu sang pangeran tersebut mengajak dirinya berdansa bersama pada hari ulang tahnunnya. Serta memasangkan sebuah kalung pada dirinya.”
Tak lama kemudian Giska pun menegur Dobrila yang sedang tersenyum secara tiba-tiba.
“Eh, Dobrila. Kamu kenapa? Kok senyum-senyum sendiri sih?” tegur Giska.
“Hmmm… Hah? Gak kok gue gak apa-apa, kamu salah liat kali. Atau mungkin itu hanya halusinasi lo aja.”
***
Seminggu kemudian…
“Gis, kok sampai sekarang barang yang gue pesan belum sampai juga ya?”
“Sabar, mungkin kalau gak hari ini besok barang kamu sampai.” jawab Giska dengan wajah tenang.
“Ya sudahlah mungkin begitu.” jawab Dobrila dengan nada yang datar.
***
Dua hari kemudian, Dobrila meminta pertolongan kepada Addy. Saat di sekolah dia pun menemui Addy tanpa disengaja.
“Addy, tunggu sebentar deh. Tolong bantuin gue donk. Gue membeli barang online shop di Instagram tapi kok sudah seminggu lebih belum sampai juga ya? Kamu bias bantuin tolong lacak took online shop tersebut gak?” tanya Dobrila.
“Oh, gue bisa kok. Tenang aja semua masalah dapat terselesaikan.” jawab Addy dengan senang hati.
Beberapa saat kemudian pada hari yang sama Addy mengetahui alamat online shop tersebut dan dirinya memberitahu Dobrila. Dobrila dan Addy pun menentukan hari dimana mereka kelokasi sang penjual tersebut. Addy pun mengajak temannya yang bernama Adiva untuk meminta bantuan dalam menyelesaikan masalah tersebut.
***
Pada suatu hari, Dobrila serta ditemani dengan Giska, Adiva, dan Addy pergi kesalah satu tempat dimana ditempat tersebut merupakan alamat tempat tinggal penjual online shop tersebut. Di dalam perjalanan perasaan Dobrila sudah campur aduk antara kesal, kecewa, dan letih campur menjadi satu. Emosi Dobrila sudah tidak bias ditahan lagi, sebab kesabaran orang pasti ada batasannya. Perjalanan menuju tempat tersebut membutuhkan perjuangan yang sangat ekstra karena harus melewati berbagai rintangan kita melewati lembah, tebing, hutan, dan desa untuk sampai ketujuan. Sesampainya disana emosi Dobrila langsung meluap. Dan kekesalannya bertambah karena penjual online shop tersebut sudah pindah sebulan yang lalu dari tempat tersebut. Warga pun memberikan alamat tempat tinggal penjual tersebut yang baru. Di karenakan hari sudah larut malam, mereka pun mencari tempat singgah terlebih dahulu untuk semalam.
***
Keesokan harinya, Dobrila dan teman-temannya melanjutkan perjalanan ketempat tersebut. Tempatnya dapat dikatakan lumayan jauh dari alamat sebelumnya. Akan tetapi perjuangan pasti akan membuahkan hasil yang memuaskan. Berjam-jam kami menghabiskan waktu diperjalanan pada akhirnya kami sampai ditempat yang kami cari. Saat kami bertemu dengan Asiah sang penjual di online shop, raut wajah Asiah pun seketika curiga dan cemas dengan adanya kedatangan dari mereka. Tak lupa Asiah pun mengajak mereka untuk duduk beristirahat sejenak dan mencicipi hidangan yang telah dibuat olehnya.
***


Satu jam kemudian…
Setelah menghilangkan rasa penat.
“Gue ingin membeli baju yang seperti ini apakah ada?” kata Dobrila dengan nada datar sambal menunjukan gambar yang ada di hpnya.
“Oh baju seperti itu, ada tunggu sebentar ya biar saya cari digudang terlebih dahulu” jawab Asiah dengan raut muka yang panik.
Saat Asiah mencari barang tersebut seketika raut wajah Dobrila yang tadinya sangat kesal berubah menjadi seperti biasanya. Addy, Giska, dan Adiva mengajak Dobrila untuk berbincang-bincang dengan perasaan dirinya karena telah sampai ketempat yang ditunggu-tunggu olehnya. Satu jam, dua jam, waktu pun terus berganti tetapi kepastian pun hingga pada saat ini belum juga terjawab.
Dapat terbilang begitu lama, pada akhirnya Asiah bertemu dengan kami kembali. Dengan nada yang pelan, kecil dan raut muka yang takut Asiah pun memberitahu kepada kami bahwa baju tersebut tidak ada di gudang, semua itu adalah penipuan.
“Apa!! Jadi selama ini gue menunggu baju tersebut ternyata lo itu penipu. Sudah seminggu lamanya gue menunggu hingga gue berkhayal yang terbilang begitu tinggi lalu jawabanmu seperti ini?” kata Dobrila dengan tangan menggenggam.
“Apa alasan lo melakukan hal penipuan seperti ini? Bukankah perlakuan ini membuat banyak orang rugi, tidakkah lo memikirkan dosanya, tidakkah lo malu dengan warga, sodara dan orang tua lo?” tanya Giska kepada Asiah.
“Gu…Gue melakukan hal hingga seperti ini bukan maksud seperti itu, dengarkan dulu maksud gue sebentar saja.” jawab Asiah dengan nada pelan
“Halah, basi ya namanya penipu lah, pencuri lah, maling lah, mana ada yang mau mengaku kalau ngaku penjara penuh kali.” kata Dobrila seketika bangun dari kursi lalu pergi keluar menuju pintu
Addy pun lari menahan Dobrila yang ingin pergi meninggalkan masalahnya.
“Kalau cara lo kaya gini lari dari masalah, mau sampai kapan masalah lo selesai. Sampai kiamat pun gak mungkin kelar ini masalah. Coba sabar sebentar kita selesaikan masalah ini dengan kekeluargaan.” kata Addy kepada Dobrila
Dobrila pun ditahan dengan Addy lalu Asiah melanjutkan penjelasannya.
“Maksud dari kelakuan yang gue lakukan itu karena nyokap gue lumpuh sudah dari tahun lalu sedangkan bokap gue sudah meninggal dari tiga tahun yang lalu dikarenakan kecelakaaan tertabrak kereta sepulang kerja, gue bingung mau mencari dana dengan cara bagaimana lagi” jawab Asiah dengan nada sedih dan pelan.
***
Suasana berubah menjadi sunyi, sepi dan sedih menjadi satu. Seketika Dobrila dan teman-temannya menangis terbawa suasana.
“Bukan kaya gitu mencari dana untuk kesembuhan orang tua kita, jika kita mencari uang dengan cara yang tidak halal yang ada penyakit yang diderita orang tua kita bukanlah sembuh malah menjadi parah. Kenapa lo tidak bekerja dengan cara yang sewajarnya saja dan semampu lo? Itu kan lebih halal hasil yang lo dapatkan nantinya. Lo gak nyesel kalau nantinya penyakit yang diderita orang tua lo semakin parah dan berujung meninggal dunia seperi ayah lo. Tidakkah lo memikirkan bagaimana nantinya lo hidup tanpa adanya kedua orang tua lo, tidak lagi merasakan kasih sayang dari mereka dan juga perhatian dari mereka. Walaupun mereka merasakan sakit tetapi mereka tetap memerhatikan anaknya, sebab anaklah harta yang paling berharga yang dia punya.” kata Addy kepada  Asiah
Seketika Asiah pun semakin menjerit menangis setelah mendengarkan nasihat dari Addy. “Maafkan perila gue yang gue lakuin selama ini, gue mungkin gak akan sadar jika gak kalian nasihatin. Apa jadinya gue jika tanpa adanya kehadiran kalian? Mungkin semakin lama kelakuan gue semakin bertambah parah. Gue bingung mau meminta maaf seperti apa lagi kepada kalian, sungguh pengorbanan kalian dapat mengubah hidup gue.” kata Asiah
“Iya, tidak apa-apa kok. Lain kali jangan seperti ini ya.” jawab Addy, Giska, dan Adiva dengan serempak
Tak lama kemudian polisi pun datang dan bertanya
“Apakah disini ada yang bernama Dobrila dan Asiah.” kata Pak Alvaro  
“I..iya saya sendiri, ada apa ya pak?” jawab Asiah dengan wajah kaget serta panik
Polisi pun mengajak Dobrila dan Asiah ke kantor polisi dan menerangkan bahwa kedatangannya karena ditelepon oleh Dobrila. Sesampainya di kantor polisi Pak Alvaro pun menanyakan permasalahan tersebut dan menahan Asiah selama satu tahun di balik jeruju besi. “Kesalahan sekecil apa pun tetaplah harus ditegakkan.” kata Pak Alvaro
Sebelum meninggalkan kantor polisi Dobrila melihat Asiah yang dengan raut muka merasa sangat menyesal dengan kelakuannya.
Sepulang dari kantor polisi, Dobrila dan teman-temannya menggalangkan dana untuk kesembuhan ibu dari Asiah yang menderita lumpuh selama tiga bulan. Dan mereka pun mengajak ibu Asiah kerumah sakit untuk menyembuhkan penyakitnya hingga pada akhirnya penyakit yang dideritanya tidaklah sembuh hingga berujung pada kematian.



Kesimpulan dari cerita tersebut:
Janganlah kita terlalu cepat percaya dengan orang lain. Yang kita lihat menarik belum tentu yang terbaik. Di balik masalah pasti ada solusinya. Setiap kejadian itu pasti ada hikmahnya.
Janganlah mudah terbawa arus dengan adanya media social yang memberikan segala kemudahan, hendaknnya  lebih berhati-hati dalam melakukan segala kegiatan yang dilakukan di media social yang sebenarnya berbeda dengan semua yang ditampilkan di dalam media social tersebut. Dan yang paling terpenting janganlah kejahatan dibalas dengan kejahatan karena itu adalah dendam. Tetapi kejahatan dibalas dengan kebaikan karena itu adalah perbuatan yang mulia dan terpuji .

Minggu, 25 Juni 2017

Kisah-Kasih Asmara

Heyy… Guyss….


Kalian gak bosan kan melihat blog saya? Oh iya sebelumya Minal A'idzin Wal Faa Idzin ya semuaaa... maaf kan saya jika ada salah kata 


Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang perasaan saya saat membaca buku karya Boy Candra yang berjudul ”Senja, Hujan, & Cerita Yang Telah Usai” dan juga meresensi buku tersebut. Buku itu merupakan salah satu buku nonfiksi karangannya. Buku tersebut membuat saya terbawa emosi karena bahasa yang yang digunakan indah sekaligus mempesona. Cover dari buku ini sederhana. Pemilihan warna cover yang tidak terlalu mencolok, mewakili isi dari novel ini. Pemilihan katanya begitu tertata apik dan mengundang rasa penasaran untuk mengetahui lebih lanjut. Penyisipan quotes-quotes dalam buku sendiri juga menarik. Banyak quotes- quotes bagus yang menginspirasi. Isi buku ini juga menginspirasi saya untuk belajar menerima sebuah kenyataan tentang cinta.
Dari pada kalian penasaran resensi yang saya buat yuk dilihat…


Senja, Hujan, & Cerita Yang Telah Usai

Anatomi Buku

Judul Buku                   : Senja, Hujan, & Cerita Yang Telah Usai

Genre Buku                  : Nonfiksi

Penulis                         : Boy Candra

Penerbit                       : Mediakita

Penyunting                  : Irwan Rouf

Proofreader                 : Sudarma S

Penata Letak               : Didit Sasono

Desain Sampul            : Budi Setiawan

Ilustrasi Isi                  : Di2t

Tahun Terbit               : Cetakan Pertama, 2015
                                      Cetakan Kesembilanbelas, 2017

Kota Terbit                  : Jakarta Selatan

Jumlah Halaman         : viii + 240 halaman

Banyak Bab                : 7 bab

Ukuran buku               : 13 x 19 cm

Harga Buku                 : 50.000

Pemasaran                   : PT Transmedia Distributor

ISBN                           : 979-794-499-9


Boy Candra tinggal di Padang, terlahir pada 21 November 1989. Namanya kian melejit usai penjualan novel pertamanya yang laris di hati para pecinta novel. Bahkan, di September 2016, Boy Candra meluncurkan novel barunya dengan judul “Pada Senja yang Membawamu Pergi” yang diterbitkan oleh Gagasmedia.

Novel “Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai” diangkat dari pengalaman pribadi penulis. Lewat novelnya, penulis menceritakan segala perjalanan asmaranya. Kisah-kisahnya tersampaikan dengan jelas dan menarik. Pengalamannya dari mulai jatuh cinta, mencintai diam-diam, mencintai sahabat sendiri, bahkan patah hati sangat menyentuh pembacanya. Tak heran jika para Remaja banyak mengutip kata-kata novel ini. Memang dilihat dari pemilihan katanya, sederhana dan mudah dimengerti. Walau dengan pilihan kata yang puitis, namun tidak menimbulkan multi tafsir. Cerita setiap Babnya tidak bertele-tele. Hal ini sangat baik untuk mengontrol penyakit jenuh yang kerap dirasakan pembaca. Boy Candra menyajikan kata-kata sehari-hari yang sering digunakan oleh para pembaca.

Kelebihan dari novel ini adalah covernya yang sederhana. Pemilihan warna cover yang tidak terlalu mencolok, mewakili isi dari novel ini. Ditunjang dengan sinopsis di cover belakang. Pemilihan katanya begitu tertata apik dan mengundang rasa penasaran untuk mengetahui lebih lanjut. Penyisipan kutipan-kutipan di setiap pergantian Bab, sangat menarik sekali. Penulis mampu membawa pembacanya untuk masuk dan merasakan isi novel. Isi novel tersampaikan dengan baik. Bila mengingat latar belakang yang merupakan pengalaman pribadi, jelas isi novel merupakan hal yang sering terjadi bagi pembaca. Sangat mudah bagi pembaca untuk merasakan menjadi bagian dalam novel ini.

Namun, dalam novel ini juga terdapat kekurangan. Alurnya yang campuran kadang menjadi moment menjenuhkan bagi pembaca. Penempatan setiap babnya kurang tertara. Kadang ceritanya menyenangkan dan membuat tersenyum tipis, namun di bab selanjutnya mengisahkan rasanya patah hati. Hal ini sangat menjatuhkan mood para pembaca. Tak jarang pembaca melewati bab tertentu yang menurutnya tidak menarik dan membuat jenuh.





Sekian dari resensi yang saya buat semoga bermanfaat ya bagi kalian semua, sampai jumpa… Jangan kangen lohh… hehe.. 

Minggu, 18 Juni 2017

Jejak Yang Hilang

Hello...

Matahari pagi itu indah, cahayanya begitu menyilaukan, dan membuat saya terbangun untuk memposting hasil karya saya nih…

Kalian penasaran kan?

Taraaaaa…… ini dia karya saya yang pertama saya dalam menulis nonfiksi


Judul: Jejak Yang Hilang


Genre: Petualangan (Detektif)

Tokoh dan penokohan:
  • Dobrila: pembeli di online shop, yang memiliki sifat ramah dan baik
  • Asiah: penjual di online shop, yang memiliki sifat ramah dan jahat
  • Giska: teman Dobrila, baik dan cerdas
  • Adiva: memata-matai online shop, yang memiliki sifat baik hati dan lembut
  • Addy: teman Adiva, yang memiliki sifat baik hati dan mulia
  • Pak Alvaro: polisi yang bijaksana dan adil

Sudut pandang: orang ketiga serba tahu

Gaya bahasa: mudah dimengerti dan di pahami

Alur: maju


Ini dia sedikit ceritanya…. Cekidot…..



“Buat apa menipu orang lain, jika kita bisa mendapatkan sesuatu tersebut dengan cara yang halal.”
Wanita yang memiliki rambut ikal berwarna hitam pekat dan tebal serta memiliki bola mata yang besar merupakan wanita yang diidolakan di sekolahnya. Dari penampilannya yang menarik para lelaki tetapi dari segi lain dia juga wanita yang berprestasi dalam lomba matematika tingkat sma se-Jakarta. Setiap berpapasan dengan orang lain ia selalu senyum dan menyapa tanpa memandang ras dan suku. Jika teman di sekolahnya sedang kesusahan dan sangat membutuhkan pertolongan Dobrila tak segan-segan untuk membantunya. Dobrila memiliki hobi sebagai model internasional, sejak kecil ibunya sudah melatih dirinya.

Malam itu indah sekali. Bintang-bintang di langit bertaburan dengan memancarkan cahaya yang kelap-kelip. Bulan pun memancarkan sinar ke seluruh alam semesta. Dobrila menikmati malam itu dengan duduk di sebuah ayunan yang berada ditaman rumahnya dan memegang hpnya. Dobrila melihat-lihat online shop yang ada di instagramnya. Karena dia senang berfashion maka Dobrila melihat baju-baju yang memikat dirinya.





Gimana ya kelanjutan ceritanya? Kalian penasarankan yuk ikutin terus blog saya untuk kelanjutannya see you…

Minggu, 11 Juni 2017

Menuju Impian

Hai... Apa kabar?

Semoga kalian sehat selalu ya. Akhirnya kita bisa ketemu lagi pada kesempatan ini. Kali ini saya mau memberitahu kalian bagaimana caranya membuat analisis swot untuk diri kalian. Analisis swot itu dapat mengacu kalian untuk mencapai cita-cita yang kalian inginkan. Sebelum memberitahu kepada kalian bagaimana caranya membuat analisis swot saya mau tau dulu nih cita-cita kalian apa ya???

Ada yang mau menjadi penulis kah, polisi kah atau designer kah???

Semua cita-cita kalian pastinya pada bagus kok asalkan itu memiliki nilai positifnya ya. Jangan kalian ambil nilai negatifnya. Yang paling tertentu yaitu untuk mencapai cita-cita kalian pasti diikuti dengan doa dan tak lupa usaha.
Oh iya, saya mau cerita sedikit pengalaman saya tentang proses pembuatan poster manajemen cita-cita saya nih, kalian simak ya…


Pertama saat saya buat poster ini sih saya bingung apa sih kelebihan, kekurangan pada diri saya. Serta saya tipe orang yang susah untuk menilai diri sendiri maka dari itu agar proses pembuatan tugas poster ini lancar saya minta penilaian dari teman sebangku saya, lalu dia menilai diri saya. Setelah saya mengetahui kelebihan dan kekurangan pada diri saya, lalu saya mengetahui peluang dan ancaman yang harus saya lakukan untuk masa depan. Oh iya ada yang tau kenapa saya memakai background poster yaitu burung yang sedang terbang ke sarangnya? Ini dia alasannya….

Saya memakai background tersebut agar cita-cita yang saya inginkan seperti halnya burung yang tiada batas untuk dia terbang walaupun dia tak punya tempat tinggal dia tetap berusaha untuk membuatnya. Setelah saya mengetahui semua itu lalu apa aksi atau rencana yang harus saya lakukan untuk mencapai semua yang saya inginkan itu. Memang tak mudah untuk mencapai yang kita harapkan jika tanpa adanya motivasi dari orang tua dan aksi yang kita lakukan. Hmmm… kayaknya udah banyak deh saya curhat tentang diri saya. Sebagai penutup dari cerita saya, ada sedikit kata-kata motivasi nih… yuk disimak…



Hal terpenting dalam meraih sebuah mimpi bukanlah berhasil atau gagalnya melainkan kalian mengambil bagian dalam mewujudkannya